Een Sukaesih semangat berkobar untuk mengajar dalam keadaan lumpuh

Een Sukaesih perempuan berusia 50 tahun warga Dusun Batu Karat, Desa Cibeureum, Sumedang, Jawa Barat. Een merupakan lulusan Sekolah Pendidikan Guru dan D3 IKIP Bandung Jurusan Bimbingan dan Konseling. Een mengalami kelumpuhan total, sehingga gagal menjadi guru di sekolah. Kini Een hanya bisa terbaring di atas kasur, karena penyakit rheumatoid arthritis yang dideritanya.

Dalam dunia medis, rheumatoid arthritis yang diderita Bu Een merupakan golongan penyakit yang langka. Hingga saat ini belum ditemukan obatnya. Rematoid Artritis merupakan penyakit autoimun (penyakit yang terjadi pada saat tubuh diserang oleh sistem kekebalan tubuhnya sendiri) yang mengakibatkan peradangan dalam waktu lama pada sendi.

Ada banyak alasan bagi Een Sukaesih untuk meratapi hidupnya. Tapi Een tak menyerah. Ketegaran Een Sukesih menerima cobaan hidup melawan penyakit radang sendi (rheumatoid arthriti) yang dideritanya. Een masih mampu berkontribusi bagi lingkungan dan terus mengabdikan dirinya bagi sesama di tengah keterbatasan, membuatnya menjadi manusia istimewa yang menginspirasi dan menggerakkan banyak hati. Dia membaktikan diri dengan semangatnya mengajar anak-anak yang datang ke rumahnya. Dari atas tempat tidurnya, Een masih mampu berkontribusi bagi lingkungan sekitarnya.

Wanita yang akrab disapa Bu Een ini pada awalnya merasa tidak berguna, dan tidak berdaya dengan kelumpuhan yang dideritanya. Dorongan kuat keluarga pun menjadi penyemangat baginya untuk terus hidup sebagai manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Bu Een memutuskan untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak di kampung tempat tinggalnya. Dalam kondisi terbaring Bu Een tetap semangat menjadi pengajar, karena tujuannya untuk beribadah. Ia ingin bermanfaat bagi sesama. Perempuan berumur 50 tahun ini yakin sebesar apapun kebaikan yang dilakukan seseorang, itu akan kembali pada diri orang tersebut.

Dalam proses blajar mengajar Bu Een mendidik anak-anak, tak ketinggalan Een mengajarkan tentang kesederhanaan dan keyakinan spiritualitas. Dengan contoh-contoh sederhana. Bu Een tidak memungut bayaran dari jerih payah mengajarnya. Walau dirinya sendiri miskin, Een justru sering menyumbang anak-anak untuk keperluan membeli buku. Manusia memang tak bisa hidup tanpa materi. Yang penting, manusia harus seimbang menjalankan hak dan kewajibannya.

Semasa kuliah dimata sahabatnya Een dikenal sebagai sosok yang sederhana dan tidak terlalu menonjol. Namun ada sifat yang hingga kini masih melekat dalam diri sahabatnya itu, yakni konsisten. Een memiliki kemampuan lebih pada pelajaran dan kemampuan mengajar karena dia lulusan Sekolah Pendidikan Guru (SPG).

Salah satu impiannya selain berhaji, adalah untuk dapat bertemu dengan Presiden Republik Indonesia Bapak Susilo Bambang Yudhoyono yang sangat dikaguminya. Dimata Bu Een Presiden SBY merupaan seorang yang cerdas.

Een ingin menyampaikan beberapa keinginan terkait fenomena pendidikan yang ia rasa cukup mengkhawatirkan. Salah satunya situasi pendidikan saat ini. Masih banyak yang belum mendapatkan pendidikan yang layak, mulai dari tenaga pengajar, fasilitas, dan akses untuk memperoleh pendidikan. Kesenjangan pendidikan di kota dengan di desa itu jelas terlihat. Mulai dari sarana dan prasarana, sumber daya manusia hingga pola pikir masyarakat desa sendiri. Padahal, menurutnya, pendidikan suatu sistem yang terdiri komponen yang membentuknya, di antaranya SDM dan sarana prasarana. Bukan saja masalah pendidikan yang Bu Een sampaikan kepada Presiden, masalah kesehatan khususnya mengenai Rematoid Artritis (RA) agar dapat disosialisasikan secara intensif.

Semangat Bu Een pun menarik simpati menginspirasi banayak pihak, termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kiprah Een Sukaesih walau dalam keadaan lumpuh Bu Een mampu memberi manfaat kepada lingkungan sekitarnya. Karena niat tulus ikhlasnya yang besar memberikan manfaat bagi banyak orang. Bu Een Masuk dalam daftar kandidat penerima Liputan 6 Awards untuk kategori Pendidikan, Een pun berangkat ke Jakarta. Tiga penghargaan special award dengan tiga kategori yaitu pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, dan kemanusiaan diraih Een dalam acara yang digelar Kamis 23 Mei 2013.

Setiap manusia memiliki keistimewaan, kekurangan dan kelebihan. Kekurangan itu tak menjadikan seseorang lantas berkecil hati. Jika Bu Een yang menderita kelumpuhan, mampu berkontribusi memberikan manfaat kepada lingkungan sekitar. Seharusnya kita yang memiliki nikmat kesehatan dan kesempatan mampu melakukan hal – hal terbaik, yang memberikan manfaat dan kontribusi lebih kepada lingkungan sekitar kita. Dan tidak berorientasi kepada materi dan bisnis. Tapi pengabdian dengan tulus untuk dunia pendidikan demi generasi nanti, bangsa dan negeri ini.

Semoga bermanfaat. Wassalam.

referensi

http://news.liputan6.com/read/604631/bu-guru-een-akan-berbagi-pengalaman-hidup-melalui-kuliah-umum/

http://news.liputan6.com/read/604959/ajaib-sibuk-mengajar-tubuh-lumpuh-bu-een-justru-makin-sehat/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s